Jakarta, 25–26 Oktober 2025 — Gelaran RD Football Competition 2025 – Road to Nasional Regional Jakarta yang diselenggarakan oleh GAMBASI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Rudy Suwignyo menjadi momentum penting bagi perkembangan sepak bola usia dini di Indonesia. Bertempat di Lapangan Satrekons TNI AU, turnamen ini diikuti ratusan pemain muda dari berbagai SSB Jabodetabek. Dengan infrastruktur pelatihan yang kompetitif, Jakarta dipandang sebagai wilayah paling strategis untuk memulai fase awal program pembinaan berjenjang menuju tingkat nasional.

Atmosfer kompetisi berlangsung sangat dinamis. Ribuan orang tua dan pegiat sepak bola usia dini menghadiri acara ini sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan potensi anak-anak. Namun bagi GAMBASI, acara ini bukan sekadar turnamen—melainkan investasi jangka panjang untuk membentuk manusia berkarakter, bukan hanya pemain bola.
Ketua Umum GAMBASI, Rudy Suwignyo, menyampaikan bahwa pembinaan yang benar harus mengutamakan perkembangan mental anak, rasa percaya diri, serta kemampuan memahami makna sportivitas. Menurutnya, anak-anak di usia dini tidak seharusnya dibebani target menang, melainkan dituntun untuk menikmati proses belajar sambil mengenal nilai-nilai kehidupan.
“Pembinaan usia dini bukan tentang siapa yang terbaik hari ini, tetapi tentang siapa yang tumbuh menjadi pribadi yang baik di masa depan. Sepak bola hanyalah sarana, hati adalah inti pembinaan GAMBASI.” — Rudy Suwignyo
Rudy menekankan bahwa banyak akademi terlalu menekankan hasil pertandingan hingga mengabaikan psikologi anak. Ia ingin GAMBASI mengubah paradigma tersebut, sehingga anak-anak tumbuh dengan kepercayaan diri yang sehat, memahami batas diri, belajar bekerja sama, serta mampu menghadapi tekanan dengan bijak.
Pelatih nasional dan tokoh pembinaan Indonesia, Rahmad Darmawan, hadir sebagai pembimbing teknis. Coach RD memberikan pemaparan mendalam kepada pelatih, pemain, dan orang tua mengenai pengembangan teknik, mentalitas bertanding, serta manajemen emosional.
“Apa yang disusun Pak Rudy merupakan fondasi penting. Tanpa karakter, teknik hanyalah gerakan. Dengan karakter, gerakan itu menjadi nilai.” — Rahmad Darmawan
Coach RD menambahkan bahwa pembinaan usia dini adalah fase paling penting dalam perjalanan seorang pemain karena semua habit teknis dan mental terbentuk pada usia ini. Anak-anak harus dibiasakan mengambil keputusan cepat, memahami ruang permainan, serta mampu membaca situasi secara intuitif.
Tidak seperti turnamen biasa yang hanya fokus pada skor, GAMBASI menerapkan matriks evaluasi yang jauh lebih lengkap dan manusiawi:
- Kepercayaan diri anak dalam menghadapi tekanan
- Reaksi emosional ketika gagal maupun berhasil
- Kemampuan bekerja sama dalam tim
- Keselarasan bermain dan kedisiplinan posisi
- Keberanian mengambil keputusan
- Sportivitas dan rasa hormat kepada lawan
Kelima kategori usia (U-8 hingga U-12) mengikuti struktur pertandingan yang ketat namun tetap ramah bagi perkembangan mental anak. Wasit dan observer pembinaan mencatat perilaku anak dalam setiap pertandingan untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang perkembangan mereka.
Penghargaan berupa Trophy, Sertifikat Resmi, Best Player, Top Score, dan Uang Pembinaan diberikan kepada pemain-pemain yang tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga menunjukkan karakter dan etika bermain terbaik.
“Jakarta adalah rumah pertama bagi perjalanan panjang GAMBASI menuju pembinaan nasional. Dari sini, kita bangun generasi emas sepak bola Indonesia.”— Rudy Suwignyo